© 2010 Antyo Rentjoko

Ardath: Aku rela… asal…

Bukan iklan rokok. Ini sekadar meminjam rokok Hedi. Ardath adalah salah satu merek lama. Dulu, tahun 70-an, muncul akronim “aku rela ditiduri asal tidak hamil”. Saya bayangkan tahun 50-60-an akronim itu belum ada karena potret sosialnya berbeda, belum mulai permisif.

© Foto: saya

Related posts:

  1. Sang Penghitung Kalkulator ibu saya. Saya menghadiahkannya 20-an tahun lampau. Masih...
  2. Kacamata Tapi kaca dan mata kadang tak bersua.  Dibutuhkan kacamata...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

••• Share on Facebook •••

5 Responses to “Ardath: Aku rela… asal…”

  1. Mpokb says:

    Kalau sudah kebiasaan, apalagi kecanduan, memang susah berhentinya..

  2. Mpokb says:

    Melepaskan diri dari kecanduan sesuatu memang sulit

  3. zam says:

    aku mikir gimana angle motretnya. ternyata dari bawah!

    itu bg layar Mac emang menimbulkan distorsi.. :D
    zam´s last blog ..Jangan Lupa Beli Ini Juga

    Itu dua bungkus rokok difoto dari atas, Zam.
    /tyo/
    My ComLuv Profile

  4. hedi says:

    tapi tahun 50-60an, aku belum merokok kok :P
    hedi´s last blog ..Tahun Piala Dunia My ComLuv Profile

  5. bangsari says:

    aku masih penasaran caranya paman motret. padahal make kamera poket doang.
    bangsari´s last blog ..In Memoriam GD

    ya difoto jepret gitu aja.
    /tyo/
    My ComLuv Profile

Leave a Reply

CommentLuv Enabled