Merayap bersandingan. Kadang bus sedikit lebih cepat daripada saya, kemudian giliran saya yang lebih cepat. Sama-sama bergerak. Tak ada kesempatan untuk sama-sama diam. Sepeda motor lebih sering bergerak. Bahkan bisa melesat. Tapi saya hanya melihat tangan-tangan dalam bus. Pemilik tangan tak melihat saya. Bahkan saya yakin sesama pemilik tangan asyik dengan lamunan masing-masing.
© Foto: saya
Related posts:
- Sore di Kedai Pintu lawas. Asli. Hanya lingkungannya yang artifisial karena pintu...
- Mug itu… Di sebuah kantor di Santa, Jakarta Selatan, ada beberapa...
- Sambutlah Fajar dari dalam Sangkar Apa boleh buat, ini kekonyolan manusia. Tak cukup memasang...
- Cap Tangan Iseng benar anak ini. Bukannya membersihkan monitor berdebu tapi...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
••• Share on Facebook •••
likes this. nice capture paman :)
fahmi!´s last blog ..A darker hue of me
paman kemana2 bawa kamera ya? :D
hielmy´s last blog ..Bunuh Diri?