© 2009 Antyo Rentjoko

Taksi dengan Dua Sopir

Dilarang bicara dengan sopir, kata aturan transportasi lama. Tapi sekarang, kadang, justru lebih nyaman jika bisa berbicara dengan sopir. Lumayan untuk membuang rasa bosan, sampai akhirnya kehabisan bahan obrolan. Ada pula televisi dalam taksi. Kalau sopir diam, televisilah yang berbicara. Tapi sebetulnya pesawat televisi berbicara sendiri. Bukankah di jalanan Ibu Kota setiap pelintas sibuk dengan percakapan dalam dirinya?

© Foto: saya

Related posts:

  1. Bisa Sopir-sopiran Dua kursi bersanding. Satu kursi lainnya di depan. Boleh...
  2. Katakan dengan Cokelat Haruskah cokelat? Terserah si pemberi dan si penerima. Dengan...
  3. VW dan Menara Pisa Selalu ada jiwa kanak-kanak dalam diri orang dewasa. Whiteboard...
  4. Mengantar “Kali ini kita ke mana, Kang?” “Ke atas, memetik...
  5. Kap Lampu yang itu Niat saya sih tiduran di ruang temaram dengan sumber...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

••• Share on Facebook •••

3 Responses to “Taksi dengan Dua Sopir”

  1. hedi says:

    TransCab ya? itu siaran tv-nya lokal kan, sebab kalo satelit ya aneh. Cuma kalo lokal ya ga ngaruh, di rumah aja jarang nonton. males :D
    hedi´s last blog ..Antara Dukungan dan Realitas My ComLuv Profile

  2. mayssari says:

    di solo belum ad taksi yang ada televisinya, atau saya yang tidak tahu ya??

  3. sabai says:

    hahahaha… transcab mmg pilihan ternyamnyam!

Leave a Reply

CommentLuv Enabled