Dulu di banyak kota, seperti halnya di Ponorogo, Jawa Timur, setiap becak punya merek. Ada merek yang menempel pada rangka, sebagai jalinan besi yang dibentuk huruf, dan ada pula merek yang tertera pada bodi secara embossed. Pilihan merek Terbit sangat mungkin merujuk kepada Matahari, bukan publishing. Adapun tentang merek Asia Baru, kita perlu menebak semangat zaman si juragan saat itu.

© Foto: saya
Related posts:
- Pisau Makan Bukan makan pisau. Tata cara santap Barat akhirnya kita...
- Mengantar “Kali ini kita ke mana, Kang?” “Ke atas, memetik...
- Celengan tak Hanya Berupa Celeng Celengan macan terakota yang dicat, masih dijajakan di beberapa...
- Kayu Nangka Kursi dan meja berabahan kayu nangka pada sebuah kedai...
- Tudung mengudung Suatu pagi di pasar yang bau, si Abang mengawali...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
••• Share on Facebook •••
wah.. berapakah usia becak itu? sodaranya di betawi sudah pada jadi rumpon..
Usia becak sebaya saya :)
hmm..berarti paman tyo juga sudah tua…. ;)
@azaxs: lho memang. semua orang juga tahu kok… :)
di kampung saya berasal, becak udah punya para sponsor paman, dari warna sampai kostumnyapun mereka sanggup sehari ganti 2x :. jadi kalau pas baru dapet sponsor baru mereka akan keliatan ceria, dari cat becak yg baru serta kostumnya
@geblek: wah menarik itu. foto-fotonya ada di mana? lha wong joko itu suka jeprat-jepret je…
sbg penduduk situ kok saya kadang ndak enak kalau motret HI, koyone piye ngonoloh paman :)
btw entar deh kalau mudik
—
Makanya Jok, makanya…
/tyo/