© 2009 Antyo Rentjoko

Celengan tak Hanya Berupa Celeng

Celengan macan terakota yang dicat, masih dijajakan di beberapa warung di Yogya (di Pasar Cikini Jakarta juga masih ada).  Ukurannya cukup besar untuk menampung ribuan koin. Apakah “celengan” berasal dari kata  ”celeng”? Sangat mungkin. Celengan kecil, dari zaman Majapahit, juga berupa celeng. Adapun “piggy bank” orang berbahasa Inggris memang pada mulanya berupa tiruan babi. Sebuah kebetulan atau ada hubungannya? Di luar soal itu saya kehilangan sebuah warung berkasa kandang ayam di dekat rumah. Warung itu, sampai sebelum krismon 98, menjual celengan yang sudah berdebu karena jarang yang beli.

© Foto: saya

Related posts:

  1. Yang Segar dan yang Layu Hukum alam belaka. Yang mulanya segar juga menjadi layu...
  2. Ruang Merah Pada sebuah siang gerah. Sofa merah. Jendela merah. Cahaya...
  3. Telepon Umum Mungkin masih berfungsi, kerna Stasiun Gambir dekat  STO Gambir...
  4. Merah yang Kebetulan Kebetulan tema pameran F.X. Harsono, The Erased Time, tentang...
  5. 2010: Hendak ke Mana? Selamat bertahun 2010. Terserah mau apa dan ke mana....

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

••• Share on Facebook •••

4 Responses to “Celengan tak Hanya Berupa Celeng”

  1. mpokb says:

    akhirnya bisa lihat foto2 lagi di sini via proxy. duh..

  2. Antyo Rentjoko says:

    Sykurlah Mpok… Terima kasih sudah jadi pembaca setia, penuh perjuangan pula.

  3. adi says:

    celengan yg sering saya lihat malah yg bentuknya macan, ayam, semar, penyu, sapi, belum pernah liat celengan yg berbentuk celeng (kecuali yg peninggalan majapahit di musium itu)

  4. Antyo Rentjoko says:

    @ Adi: mungkin karena dalam rupa tiruan, celeng dan babi sama (kecuali taringnya), padahal babi kan tidak bisa diterima semua kalangan. mungkin lho…

Leave a Reply

CommentLuv Enabled