© 2009 Antyo Rentjoko

Yang Diam (dan Dimutilasi)

Ketika toko-toko lain sudah tutup, dan mal kian sepi pada malam hari. Manekin yang dimutilasi itu kemudian dirakit kembali. Diberi baju dan celana baru — tanpa pakaian dalam. Esok pagi jelang siang, toko itu sudah merasa berganti wajah.

Related posts:

  1. Ruang Makan yang Sepi Setelah anak dan cucu selesai berlebaran, ruang makan ini...
  2. Coming Soon Satu toko tutup dan semoga toko baru menggantikannya. Demikian...
  3. Yang Tua yang Terikat Cenderamata boneka kayu setinggi sejengkal di etalase toko bandara....
  4. Bawah Tanah, Suatu Pagi Blok M Mall suatu pagi. Ketika toko-toko belum buka....
  5. Aneka Ria Sungguh istilah yang lama: “aneka ria”. Kata ini sudah...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

••• Share on Facebook •••

2 Responses to “Yang Diam (dan Dimutilasi)”

  1. mpokb says:

    kalau manekin itu teriak-teriak, malah nakutin.. *kriuks*

  2. Antyo Rentjoko says:

    kriuk juga. kalo beneran piye, apa masih kriuks? :D

Leave a Reply

CommentLuv Enabled