Koin kita. Hanya mainan. Kadang toko tak punya uang kembalian, lalu menggantinya dengan permen, tetapi kita tidak bisa membeli dengan alat tukar berupa kembang gula. Kita menaruhnya begitu saja di mobil untuk pak Ogah dan pengemis. Mungkin lama kelamaan nilai intrinsik koin akan jauh melebihi nilai nominalnya — berbeda dari uang kertas pecahan terbesar yang nilai nominalnya jauh mengalahkan nilai sebagai barang cetakan. (Foto ini, dalam kemasan sekuens, pernah menjadi ilustrasi di Blogombal)
© Foto: saya
Related posts:
- Mainan Bocah Apa sih namanya? Sering dijual bersama balon dan mainan...
- Makanan Sisa, Sisa Makanan Jika kita menyayangkan makanan tersia-sia, maka kita menjadi tamak:...
- Tisu Dulu kita hanya mengenal serbet kain. Kemudian industri memperkenalkan...
- Masih Berfungsi? Mungkin Saya tidak mencobanya karena tak punya koin. Menilik petunjuknya,...
- Sticky Note di Atas Tisu Tempelan yang mulanya diperkenalkan oleh Scotch 3M ini, dengan...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
••• Share on Facebook •••