© 2009 Antyo Rentjoko

Makanan Sisa, Sisa Makanan

Jika kita menyayangkan makanan tersia-sia, maka kita menjadi tamak: sudah kenyang masih menambah. Dibawa pulang? Tanggung, terlalu sedikit. Hasilnya sama: inilah pengalaman kenyang, setelah titik puas terlampaui yang ada hanya mblenger. Dan kita tak pernah belajar dari pengalaman, karena selalu saja memesan melebihi kapasitas perut, melampaui titik nikmat.  Yang namanya batas itu tak kita tentukan sejak awal, tetapi kita coba untuk membuktikannya. Batas, ya batas…

© Foto: saya

Related posts:

  1. Lapar Perut, Lapar Mata Di manakah batas kenyang? Ajaran baik mengatakan berhentilah menyantap...
  2. Koin Koin kita. Hanya mainan. Kadang toko tak punya uang...
  3. Batas Kepatutan Tak semua orang mau menaati batas yang disepakati bersama...
  4. Daun Beringin di Atas Trotoar Namanya juga daun, tidak bisa diperintah kapan boleh gugur...
  5. Ruang Merah Pada sebuah siang gerah. Sofa merah. Jendela merah. Cahaya...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

••• Share on Facebook •••

Leave a Reply

CommentLuv Enabled